"Punya Sesuatu Yang Spesial" – Kharisma Jurgen Klopp Bikin Virgil Van Dijk Di Liverpool Bukan Manchester City & Chelsea
Virgil van Dijk mengungkapkan, kharisma manajer Jurgen Klopp membuat dia mantap memilih Liverpool sebagai pelabuhan berikutnya dalam karier dia ketimbang merapat ke Manchester City atau Chelsea.
Sang bek sentral meninggalkan Southampton untuk bertolak ke Anfield pada Januari 2018 dengan nilai transfer senilai £75 juta, memecahkan rekor pembelian termahal untuk seorang bek.
Namun sebelum gabung ke klub Merseyside, sejumlah klub top Liga Primer Inggris mengincar servisnya, terutama City dan Chelsea. Tapi mata pemain internasional Belanda itu hanya tertuju pada Liverpool karena keberadaan Klopp, yang memimpin The Reds menjuarai Liga Primer untuk pertama kalinya musim ini.
“Saya punya kans bergabung ke Chelsea dan Manchester City,” tutur van Dijk dipublikasikan sejumlah surat kabar nasional.
“Ketika Anda membandingkan sejumlah klub, Anda melihat sejarah, kotanya, skuadnya saat ini, rencana mereka untuk jangka pendek, tapi hal terpenting Anda melihat manajernya. Jurgen Klopp adalah alasan utama kenapa saya memilih Liverpool,” tambahnya.
“Klopp memiliki sesuatu yang spesial. Apakah karena energinya? Apakah karena citra dia? Saya terkadang duduk dan berpikir tentang apa yang dilakukannya dan apa yang dia miliki lebih dari manajer lainnya,” urai van Dijk.
“Saya menilai, karena man-management dia. Sesuatu yang lebih penting dari apapun dalam sepakbola. Klopp memberi Anda perasaan yang luar biasa. Dia benar-benar bahagia ketika Anda mengunjungi klub di pagi hari. Mungkin terdengar gila, tapi dia benar-benar menginspirasi Anda sebagai pemain,” beber sang defender.
Van Dijk, 28 tahun, telah memenangkan Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub sebagai personel Liverpool.
Dalam beberapa pekan ke depan, dia juga akan mengangkat trofi Liga Primer, dengan status Liverpool sebagai juara Liga Primer terkonfirmasi bulan lalu dalam keadaan tujuh pertandingan tersisa.
“Saya selalu mengatakan, mengangkat trofi Liga Primer akan jadi sebuah impian. Mimpi itu kini menjadi kenyataan,” lanjutnya.
Telah menjadi figur yang populer di Merseyside, Klopp pun kini meraih status sebagai sosok legendaris setelah memimpin Liverpool meraih gelar pertama Liga Primer klub dalam 30 tahun setelah musim lalu mengamankan titel Liga Champions.
Berhasil membangun skuad fenomenal, termasuk mendatangkan bintang sekelas van Dijk, pria Jerman itu mengakui belum memandang masa depan terlalu jauh.
“Saya sempat tujuh setengah tahun di Mainz, tujuh tahun di Dortmund dan pada 2024 ketika kontrak saya di Liverpool berakhir, itu akan jadi 23 tahun setengah. Saya belum memiliki rencana di luar itu,” pungkasnya.